Website Resmi
Pemerintah Desa Gunungwangi
Kabupaten Purworejo

Desa
Gunungwangi

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang Di Website Resmi Desa Gunungwangi, Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo

Info

Berita Desa

Sejarah Desa Gunungwangi

Desa Gunungwangi merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan Bukit Menoreh, tepatnya di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Secara historis, desa ini memiliki perjalanan panjang yang tidak terlepas dari dinamika sosial, budaya, dan pemerintahan yang berkembang dari masa ke masa.

I. Masa Awal Terbentuknya Desa

Sejarah Desa Gunungwangi bermula dari sebuah pemukiman kecil di wilayah bernama Pomahan yang dihuni oleh tujuh kepala keluarga (7 KK). Pada masa itu, wilayah ini masih berstatus Kabekelan, yaitu bentuk pemerintahan desa pada zaman dahulu, yang dipimpin oleh seorang tokoh bernama Mbah Satu atau Kiyai Satu.

Desa Gunungwangi pada masa awal dikenal pula dengan sebutan Bumi Kaputihan atau Bumi Kamardikan, karena memperoleh keistimewaan berupa pembebasan dari kewajiban pembayaran pajak bumi. Hal ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah awal desa.

Seiring berjalannya waktu, terjadi bencana longsor yang melanda wilayah Pomahan dan area pemakaman yang dikenal dengan nama Setono Siji. Peristiwa tersebut menyebabkan masyarakat memindahkan pemukiman ke wilayah sebelah timur Pomahan, yang hingga kini menjadi lokasi Desa Gunungwangi.

II. Perkembangan Nama dan Pengaruh Keagamaan

Pada mulanya, wilayah ini hanya dikenal dengan nama “Gunung”. Perubahan nama menjadi “Gunungwangi” berkaitan dengan kisah kedatangan seorang wali Allah, Syekh Maulana Maghribi, yang diyakini sebagai salah satu penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

Menurut penuturan yang berkembang di masyarakat, pada saat kedatangan beliau tercium aroma harum yang menyebar hingga ke desa-desa sekitar. Peristiwa inilah yang kemudian melatarbelakangi penyebutan nama “Gunungwangi”. Keberadaan makam Syekh Maulana Maghribi di wilayah desa hingga saat ini menjadi bukti historis dan simbol penting dalam perjalanan spiritual serta perkembangan keagamaan masyarakat Desa Gunungwangi.

III. Masa Perkembangan Pemerintahan Desa

Dalam perjalanan pemerintahan desa, kepemimpinan pertama secara administratif dijabat oleh Mbah Kromo Semito sebagai lurah pertama Desa Gunungwangi. Setelah beliau, kepemimpinan dilanjutkan oleh Mbah Marto Sentono.

Pada tahun 1944 dilaksanakan pemilihan lurah yang diikuti oleh dua calon, yaitu Mbah Hardjo Sentono dan Mbah Kromo Pawiro. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh Mbah Hardjo Sentono, yang kemudian menjabat sebagai Kepala Desa Gunungwangi dengan sistem administrasi yang semakin menyesuaikan dengan ketentuan pemerintahan pada masanya.

Pada tahun 1990 kembali dilaksanakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh Bapak Tulus Sutopo dan Bapak Damiri. Dalam pemilihan tersebut, Bapak Tulus Sutopo terpilih dan menjabat hingga tahun 1998. Selanjutnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Paidi pada periode 1998–2006.

Pada tahun 2006, Bapak Tulus Sutopo kembali dipercaya memimpin Desa Gunungwangi hingga tahun 2012, dengan Sekretaris Desa (Carik) dijabat oleh Bapak Sardi.

IV. Masa Pemerintahan Modern

Pada tahun 2013, Desa Gunungwangi melaksanakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh satu calon, yaitu Bapak Karyanto, yang berhadapan dengan kotak kosong. Dalam hasil pemungutan suara, kotak kosong memperoleh suara terbanyak sehingga jabatan Kepala Desa selanjutnya diisi oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa, yaitu Bapak Gunadi.

Periode kepemimpinan selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Tahun 2014–2019: Bapak Damiri

  • Tahun 2019–2021: Bapak Agus Riyadi (Pj. Kepala Desa)

  • Tahun 2021–sekarang: Bapak Priyo Dwi Prayitno

Masa pemerintahan modern ini ditandai dengan semakin tertatanya sistem administrasi desa, peningkatan pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Sejarah Desa Gunungwangi merupakan cerminan perjalanan panjang masyarakat dalam membangun identitas, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Warisan sejarah tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan Desa Gunungwangi yang maju, mandiri, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Syekh Maulana Maghribi Desa Gunungwangi Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo
Desa : Gunungwangi
Kecamatan : Kaligesing
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54175

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 627.078.500,00
Realisasi:RP 80.371.312,00

12.82%

Belanja

Anggaran:Rp 629.644.510,00
Realisasi:RP 55.125.578,00

8.76%

Pembiayaan

Anggaran:Rp -3.433.990,00
Realisasi:RP 16.566.010,00

-482.41%

APBDes 2026 Pendapatan

Dana Desa

Anggaran:Rp 313.910.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 39.478.100,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 267.690.400,00
Realisasi:RP 80.371.312,00

30.02%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 6.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 324.921.710,00
Realisasi:RP 40.193.578,00

12.37%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 173.598.000,00
Realisasi:RP 7.412.000,00

4.27%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 39.179.800,00
Realisasi:RP 7.520.000,00

19.19%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 31.262.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 60.683.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Website Resmi
Pemerintah Desa Gunungwangi
Kabupaten Purworejo

Desa
Gunungwangi

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

Berita Desa

Sejarah Desa Gunungwangi

Desa Gunungwangi merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan Bukit Menoreh, tepatnya di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Secara historis, desa ini memiliki perjalanan panjang yang tidak terlepas dari dinamika sosial, budaya, dan pemerintahan yang berkembang dari masa ke masa.

I. Masa Awal Terbentuknya Desa

Sejarah Desa Gunungwangi bermula dari sebuah pemukiman kecil di wilayah bernama Pomahan yang dihuni oleh tujuh kepala keluarga (7 KK). Pada masa itu, wilayah ini masih berstatus Kabekelan, yaitu bentuk pemerintahan desa pada zaman dahulu, yang dipimpin oleh seorang tokoh bernama Mbah Satu atau Kiyai Satu.

Desa Gunungwangi pada masa awal dikenal pula dengan sebutan Bumi Kaputihan atau Bumi Kamardikan, karena memperoleh keistimewaan berupa pembebasan dari kewajiban pembayaran pajak bumi. Hal ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah awal desa.

Seiring berjalannya waktu, terjadi bencana longsor yang melanda wilayah Pomahan dan area pemakaman yang dikenal dengan nama Setono Siji. Peristiwa tersebut menyebabkan masyarakat memindahkan pemukiman ke wilayah sebelah timur Pomahan, yang hingga kini menjadi lokasi Desa Gunungwangi.

II. Perkembangan Nama dan Pengaruh Keagamaan

Pada mulanya, wilayah ini hanya dikenal dengan nama “Gunung”. Perubahan nama menjadi “Gunungwangi” berkaitan dengan kisah kedatangan seorang wali Allah, Syekh Maulana Maghribi, yang diyakini sebagai salah satu penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

Menurut penuturan yang berkembang di masyarakat, pada saat kedatangan beliau tercium aroma harum yang menyebar hingga ke desa-desa sekitar. Peristiwa inilah yang kemudian melatarbelakangi penyebutan nama “Gunungwangi”. Keberadaan makam Syekh Maulana Maghribi di wilayah desa hingga saat ini menjadi bukti historis dan simbol penting dalam perjalanan spiritual serta perkembangan keagamaan masyarakat Desa Gunungwangi.

III. Masa Perkembangan Pemerintahan Desa

Dalam perjalanan pemerintahan desa, kepemimpinan pertama secara administratif dijabat oleh Mbah Kromo Semito sebagai lurah pertama Desa Gunungwangi. Setelah beliau, kepemimpinan dilanjutkan oleh Mbah Marto Sentono.

Pada tahun 1944 dilaksanakan pemilihan lurah yang diikuti oleh dua calon, yaitu Mbah Hardjo Sentono dan Mbah Kromo Pawiro. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh Mbah Hardjo Sentono, yang kemudian menjabat sebagai Kepala Desa Gunungwangi dengan sistem administrasi yang semakin menyesuaikan dengan ketentuan pemerintahan pada masanya.

Pada tahun 1990 kembali dilaksanakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh Bapak Tulus Sutopo dan Bapak Damiri. Dalam pemilihan tersebut, Bapak Tulus Sutopo terpilih dan menjabat hingga tahun 1998. Selanjutnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Paidi pada periode 1998–2006.

Pada tahun 2006, Bapak Tulus Sutopo kembali dipercaya memimpin Desa Gunungwangi hingga tahun 2012, dengan Sekretaris Desa (Carik) dijabat oleh Bapak Sardi.

IV. Masa Pemerintahan Modern

Pada tahun 2013, Desa Gunungwangi melaksanakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh satu calon, yaitu Bapak Karyanto, yang berhadapan dengan kotak kosong. Dalam hasil pemungutan suara, kotak kosong memperoleh suara terbanyak sehingga jabatan Kepala Desa selanjutnya diisi oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa, yaitu Bapak Gunadi.

Periode kepemimpinan selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Tahun 2014–2019: Bapak Damiri

  • Tahun 2019–2021: Bapak Agus Riyadi (Pj. Kepala Desa)

  • Tahun 2021–sekarang: Bapak Priyo Dwi Prayitno

Masa pemerintahan modern ini ditandai dengan semakin tertatanya sistem administrasi desa, peningkatan pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Sejarah Desa Gunungwangi merupakan cerminan perjalanan panjang masyarakat dalam membangun identitas, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Warisan sejarah tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan Desa Gunungwangi yang maju, mandiri, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Beri Komentar

Komentar Facebook